Dinamika Kasus Penyakit Septicaemia epizootica SE /Haemorraghic Septicaemia HS di Wilayah Kerja Balai Veteriner Bukittinggi Tahun 2020-Tahun 2024
Dinamika Kasus Penyakit Septicaemia epizootica (SE)/Haemorraghic Septicaemia (HS) di Wilayah Kerja Balai Veteriner Bukittinggi
Tahun 2020-Tahun 2024
Mardeliza1), Saisi Purnama Sari1), Haris Meisa Putra1), Adek Novriyenti2) Erina Oktavia2)
1)Medik Veteriner, Balai Veteriner Bukittinggi
2)Paramedik Veteriner, Balai Veteriner Bukittinggi
Email: [email protected]
Intisari
Tulisan ini bertujuan memberikan gambaran kasus SE di wilayah kerja BV Bukittinggi dalam 5 tahun terakhir, dengan harapan dapat menjadi dasar untuk perencanaan program pengendalian dan pencegahan penyakit SE di wilayah kerja BV Bukittinggi. Data yang digunakan adalah data hasil uji laboratorium tahun 2020 – 2024 dan data dari iSIKHNAS. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan data dari isikhnas tersebut, Septicaemia epizootica masih merupakan penyakit endemis diwilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi. Walaupun pada prinsip penyakit ini bisa diobati, tetapi jika penangannya terlambat bisa menyebakan kematian hampir 100 % untuk itu tindakan pencegahan penyakit lebih penting, antara lain vaksinasi, biosekuriti dan manajemen ternak yang tepat.
Kata Kunci: Ngorok, P. multocida, Septichemia epizootica
Artikel bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 111 Tahun 2025