Investigasi kasus terduga Penyakit Mulut dan Kuku PMK di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat Pada tanggal 09 Januari 2025

Investigasi kasus terduga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat

Pada tanggal 09 Januari 2025

Martdeliza1),  Edy Syarifuddin 2), Reni Gusnita3), Devi Yanti4)

1)Medik Veteiner Balai Veteriner Bukittinggi

2)Para Medik Veteiner Balai Veteriner Bukittinggi

3)Kepala UPT Puskeswan dan IB Kota Pariaman

4) Kabid Keswan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman

 

 

Intisari

Akhir tahun 2024, kasus PMK yang sebelumnya sempat melandai  marak kembali. Kasus terduga PMK juga dilaporkan terjadi di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Pada tanggal 09 Januari 2025 tim BVet turun ke lokasi kasus untuk melakukan penelusuran kasus. Tujuan investigasi untuk meneguhkan diagnosa kasus dengan  mengumpulkan data dan informasi, pemeriksaan ternak, melakukan pengambilan dan pengujian sampel. Mengidentifikasi kemungkinan sumber rute infeksi, faktor resiko, serta pemberian saran tindakan pengendalian. Investigasi dilaksanakan di Desa Punggung Lading, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman dan di Desa Kurai taji Timur, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman serta di Desa Koto Tinggi Kecamatan 6 lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Sampel yang diambil berupa sampel swab oropharing dan sampel serum darah. Identifikasi penyakit PMK dilaboratorium dilakukan dengan uji PCR dan ELISA. Berdasarkan gejala klinis, histori dan hasil pemeriksaan laboratorium kasus penyakit sapi yang terjadi di Kota Pariaman dan Kabupaten Pariaman adalah Penyakit PMK. Dengan rute infeksi berasal dari lalu lintas atau pemasukkan ternak dari luar daerah di pasar ternak Sungai Sariak dan faktor resiko ternak terinfeksi dikarenakan membeli ternak asal daerah yang sedang berjangkit kasus PMK. Ada tiga prinsip dasar yang dapat dilakukan dalam pengendalian penyakit PMK yaitu mencegah kontak antara hewan ternak dan virus PMK, menghentikan produksi virus PMK oleh hewan tertular, dan meningkatkan resistensi/kekebalan hewan ternak. Selain itu juga dibutuhkan upaya dari segala pihak untuk saling bekerja sama dalam mengendalikan PMK , semua harus terlibat baik akademisi, masyarakat, peternak, petani.

Kata Kunci: PMK, FMD, qRT PCR, ELISA, Virus, Investigasi, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman

Artike bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 110 Tahun 2025