Investigasi Kasus Terduga Penyakit Mulut dan Kuku PMK di Peternakan Ekstensif Masyarakat Desa Kemang Indah, Kecamatan Tambang dan Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar , Propinsi Riau, Tanggal 9 10 Januari 2025

Investigasi Kasus Terduga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Peternakan Ekstensif Masyarakat Desa Kemang Indah, Kecamatan Tambang dan Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar , Propinsi Riau, Tanggal 9 – 10 Januari 2025

 

Eliyus Putra(1), Yuli Miswati(2), Lora Wahyuni(3)

 

Medik Veteriner Bagian Parasitologi(1), Medik Veteriner Laboratorium Bioteknologi(2) Para Medik Veteriner Laboratorium Kemavet(3)

 

Email: [email protected]

 
 

 

 

 

 

Intisari

 

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit infeksius yang sangat menular pada hewan berkuku genap seperti sapi dan kerbau, disebabkan oleh virus Aphtovirus dari famili Picornaviridae. Penyakit ini menimbulkan dampak ekonomi yang besar akibat penurunan produksi dan hambatan dalam perdagangan hewan. Pada akhir Desember 2024 dilaporkan kasus ternak sakit pincang di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Investigasi dilakukan oleh Balai Veteriner Bukittinggi bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Kampar pada tanggal 9–10 Januari 2025 untuk mengidentifikasi penyebab dan pola penyebaran penyakit. Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan peternak, observasi klinis di lapangan, pengambilan sampel swab orofaring, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan metode RT-qPCR. Hasil menunjukkan adanya gejala klinis khas PMK seperti hipersalivasi, lepuh di sekitar mulut dan kuku, serta kepincangan pada beberapa ekor sapi. Dari delapan sampel yang diuji, lima sampel terkonfirmasi positif virus PMK (dua dari Kecamatan Tambang dan tiga dari Kecamatan Kampar). Investigasi menunjukkan bahwa sumber penularan kemungkinan berasal dari pemasukan ternak baru tanpa pemeriksaan kesehatan dari daerah lain. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis, kasus PMK di Kabupaten Kampar dikategorikan sebagai kejadian terkonfirmasi dengan risiko penularan tinggi, sehingga diperlukan peningkatan pengawasan lalu lintas ternak, vaksinasi, serta penerapan biosekuriti di tingkat peternak.

 

Kata kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, PMK, Aphtovirus, Kampar, investigasi, RT-qPCR


Artikel bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 110 Tahun 2025