Optimasi Conjugate Rabies untuk Pengujian FAT Fluorescent Antibody Test Rabies
Optimasi Conjugate Rabies untuk Pengujian FAT (Fluorescent Antibody Test) Rabies
Yul Fitria1, Niko Febrianto1, Mutia Rahmah1, Rio Nurwan2, Hendy Febrian2, Aaliyah Nandini2
1. Medik Veteriner, Laboratorium Virologi, Balai Veteriner Buittinggi
2. Paramedik Veteriner, Laboratorium Virologi, Balai Veteriner Buittinggi
Email: [email protected]
Intisari
Fluorescent Antibody Test (FAT) merupakan metode rujukan internasional yang direkomendasikan oleh WHO dan WOAH untuk diagnosis rabies pada jaringan otak. Keberhasilan FAT sangat dipengaruhi oleh kualitas conjugate antibodi berlabel fluoresent yang digunakan. Optimasi pengenceran yang digunakan dalam pengujian sangat diperlukan sehingga hasil FAT yang didapat validitasnya teruji. Optimasi dilakukan pada Rabies Detection Reagent Direct Fluorescence Assay dengan diluent yang digunakan yaitu Rabies Antibody Diluent, Minitube Merck. Setelah dilakukan optimasi dengan pengenceran 1: 10, 1: 50, 1: 100, 1: 200, dan 1:500 serta 1:1000. Angka optimasi terbaik adalah 1:500. Pengujian ini akan dilanjutkan dengan uji validitas dengan 100 sampel positif dan negatif.
Kata kunci: Optimasi, FAT, conjugate
Artikel bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 111 Tahun 2025