LABORATORIUM
LAB BAKTERIOLOGI
Laboratorium Bakteriologi adalah laboratorium untuk pemeriksaan dan pengujian penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa uji juga telah terakreditasi di lab ini, seperti uji RBT dan CFT untuk Brucella, uji Identifikasi Salmnella spp, uji Rapid Whole Blood Aglutinasi untuk mengetahui antibodi Pullorum, uji Biologi untuk B anthracis dan Pasteurella multocida, Uji Passive Mouse Protection test (PMPT) Pasteurella multocida, Kultur dan Identifikasi untuk B anthracis, serta Mycoplasma Rapid Serum Aglutinasi Untuk pengujian serum M gallisepticum.
Fungsi :
- Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan bakteriologi untuk menunjang penyidikan, surveillans, monitoring, pelayanan aktif, diagnosa, penelitian terbatas dll.
- Mengembangkan pengetahuan Bakteriologi murni untuk mengembangkan ilmu pengethauan dan teknologi.
Beberapa pengujian yang terdapat di lab ini, meliputi:
- RBPT (Rose Bengal Test)
Tujuan Pengujian : Brucellosis
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 1 hari kerja
- CFT (Complement Fixation Test)
Tujuan Pengujian : Brucellosis
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 7 hari kerja
- Identifikasi Salmonella spp
Tujuan Pengujian : Bakteri Salmonella spp
Jenis Spesimen : Feses dan organ
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- Rapid Blood Test Pullorum
Tujuan Pengujian : Pullorum
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Isolasi dan Identifikasi Salmonella Pullorum
Tujuan Pengujian : Pullorum
Jenis Spesimen : Organ, usus, swab cloaca
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
- Rapid Blood Test Mycoplasma
Tujuan Pengujian : CRD (Chronic Respiratory Disease)
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Elisa
Tujuan Pengujian : Anthraks / Paratuberculosis
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- Isolasi dan Identifikasi Secara Manual
Tujuan Pengujian : Bakteri secara umum, Pasteurella multocida, Jamur
Jenis Spesimen : Tanah/organ/swab darah dari ruang kumlah (Bacillus anthracis)
Organ/darah/sumsum tulang (Pasteurella multocida)
Pakan/organ (Jamur)
Organ/darah/usus dan isinya (bakteri secara umum)
Pengawet : Segar/Dingin
Lama pengujian : 4 hari kerja
- Kultur Bakteri
Tujuan Pengujian : Campylobacter vibriae
Jenis Spesimen : Air Basuhan Vagina/preputium
Pengawet : Segar
Lama Pengujian : 4 hari kerja
- Uji Biologis
Tujuan Pengujian : Bacillus anthracis, Pasteurella multocida
Jenis Spesimen : Organ/darah/swab lobang kumlah
Pengawer : Eksudat, darah (Dingin), Ulas darah (Segar), Organ (Dingin/glyserin 50%)
Lama Pengujian : 5-7 hari kerja
- Ascoli test
Tujuan Pengujian : Bacillus anthracis
Jenis Spesimen : Kulit, daging hewan
Pengawet : Segar/dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- PMPT (Passive Mouse Protection Test)
Tujuan Pengujian : Pasteurella multocida
Jenis Spesimen : Serum Darah
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 7 hari
- Isolasi dan Identifikasi Bakteri Secara komputer (VITEX)
Tujuan Pengujian : Bakteri secara umum
Jenis Spesimen : Organ / Darah / Usus dan isinya
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 2 hari
LAB. VIROLOGI
Laboratorium Virologi di Balai Veteriner Bukittinggi ini merupakan laboratorium penunjang diagnosa penyakit-penyakit hewan yang disebabkan oleh virus. Laboratorium ini menyediakan uji-uji sesuai dengan SNI 19-17025-2005, untuk menjamin konsistensi teknis pengujian dalam lingkup kegiatannya. Beberapa uji telah terakreditasi di lab ini, seperti pemeriksaan rabies (uji FAT, Seller, dan uji Biologis), uji titer antibodi ND dan AI menggunakan HA/HI, Elisa untuk Hog cholera, serta uji identifikasi virus AI menggunakan INTET, AGID dan IVPI. Beberapa pengujian yang terdapat di lab ini meliputi:
Rabies
- Rabies RFFIT
Metode Uji : Rapid Fluorescent Focus Inhibition Test (RFFIT)
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Rabies SNT
Metode Uji : Serum Neutralization Test (SNT)
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Rabies ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Rabies Pewarnaan Seller’s
Metode Uji : Uji Pewarnaan Seller’s (Seller’s Staining Test/SST)
Jenis Spesimen : Otak
Pengawet : Segar/Gliserin 50%
Lama Pengujian : 2 hari kerja
- Rabies FAT
Metode Uji : FAT (Fluorescent Antibody Test)
Jenis Spesimen : Otak
Pengawet : Segar/Gliserin 50%
Lama Pengujian : 1 hari kerja
- Rabies Uji Biologis
Metode Uji : Biologis
Jenis Spesimen : Otak
Pengawet : Segar/Gliserin 50%
Lama Pengujian : 30 hari kerja
Avian Influenza
- AI H5 (2.1.3) HA-HI
Metode Uji : Haemagglutination - Haemagglutination Inhibition (HA-HI) Test
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- AI H5 (2.1.3) Isolasi
Metode Uji : Inokulasi TAB
Jenis Spesimen : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan, Organ
Pengawet : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan (virat transport medium), Organ (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 7 hari kerja
- AI H5 (2.3.2) HA-HI
Metode Uji : Haemagglutination - Haemagglutination Inhibition (HA-HI) Test
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- AI H5 (2.3.2) Isolasi
Metode Uji : Inokulasi TAB
Jenis Spesimen : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan, Organ
Pengawet : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan (virat transport medium), Organ (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 7 hari kerja
- AI H9 HA-HI
Metode Uji : Haemagglutination - Haemagglutination Inhibition (HA-HI) Test
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- AI H9 Isolasi
Metode Uji : Inokulasi TAB
Jenis Spesimen : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan, Organ
Pengawet : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan (virat transport medium), Organ (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 7 hari kerja
Nescastle Disease Virus (NDV)
- Newcastle Disease (ND) HA-HI
Metode Uji : Haemagglutination - Haemagglutination Inhibition (HA-HI) Test
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Newcastle Disease (ND) Isolasi
Metode Uji : Inokulasi TAB
Jenis Spesimen : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan, Organ
Pengawet : Swab Trakea/ Kloaka/Lingkungan (virat transport medium), Organ (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- African Swine Fever (ASF)
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
Classical Swine Fever (CSF)
- Classical Swine Fever (CSF) ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
Porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS)
- Porcine Respiratory and Reproductive System (PRRS) ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Swine Influenza H1N1
- Swine Influenza H1N1 Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) NSP ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) SP Serotipe O ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
Lumpy Skin Disease (LSD)
- Lumpy Skin Disease (LSD) Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Jembrana Disease Virus (JDV)
- Jembrana Disease ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
Bovine Viral Diarrhea (BVD)
- Bovine Viral Diarrhea (BVD) ELISA Ag
Metode Uji : ELISA antigen
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
Enzootic Bovine Leukosis (EBL)
- Enzootic bovine leukosis (EBL) Elisa Ab
Metode Uji : Agar Gel Immunodiffusion (AGID)
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)
- Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 5 hari kerja
Infectious Bronchitis (IB)
- Infectious Bronchitis (IB) ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Infectious Bursal Disease (IBD)
- Infectious Bursal Disease (IBD) ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 3 hari kerja
Japanese Encephalitis (JE)
- JE Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Malignant Catarrhal Fever (MCF)
- MCF Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Nipah Virus (NiV)
- Nipah Elisa Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
- Nipah Elisa Ag
Metode Uji : ELISA antigen
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
Ovine Rinderpest (PPR)
- Peste des Petits Ruminants (PPR) ELISA Ab
Metode Uji : ELISA antibodi
Jenis Spesimen : Serum
Pengawet : Segar/Dingin
Lama Pengujian : 4 hari kerja
LAB. BIOTEKNOLOGI
Laboratorium bioteknologi di BVet Bukittinggi menyediakan satu uji yaitu PCR. PCR merupakan uji dengan pemanfaat teknologi pendekteksian DNA/RNA. Uji PCR ini adalah suatu teknik melipatgandakan DNA spesifik dari pathogennya,sehingga menghasilkan jumlah DNA yang cukup untuk dilakukan pengujian. Melalui teknik PCR ini, dalam waktu yang singkat dapat dihasilkan DNA dalam jumlah besar.Prinsip kerja PCR terdiri atas beberapa siklus yang dilakukan berulang-ulang sebanyak 20 sampai 30 kali. Setiap siklus tersebut terdiri atas tiga tahapan.
Tahapan prinsip kerja PCR adalah sebagai berikut :
1. Tahap peleburan (melting) atau denaturasi.
Pada tahap ini (berlangsung pada suhu tinggi, 94-96°C) ikatan hidrogen DNA terputus (denaturasi) dan DNA menjadi untaian tunggal. Biasanya pada tahap awal PCR ini dilakukan agak lama (hingga 5 menit) untuk memastikan semua berkas DNA terpisah. Pemisahan ini menyebabkan DNA tidak stabil dan siap menjadi template bagi primer. Durasi tahap ini sekitar 1-2 menit.
2. Tahap penempelan atau annealing.
Pada tahap ini, primer menempel pada bagian DNA template yang komplementer urutan basanya. Proses ini dilakukan pada suhu antara 45-60°C. Penempelan ini bersifat spesifik. Suhu yang tidak tepat menyebabkan tidak terjadinya penempelan atau primer menempel di sembarang tempat. Durasi tahap ini berkisar antara 1-2 menit.
3. Tahap pemanjangan atau elongasi. Suhu untuk proses ini tergantung dari jenis DNA-polimerase (P pada gambar) yang dipakai. Dengan taq-polimerase, proses ini biasanya dilakukan pada suhu 76°C. Durasi tahap ini berlangsung selama 1 menit.
Proses / tahapan uji PCR meliputi :
- Persiapan bahan yang akan diuji (DA/Swab/Basuhan vagina atau preputium)
- Nested (persiapan bahan untuk ekstraksi DNA)
- Ekstraksi DNA
- PCR
- Elektroforesis
Tujuan pengujian :
1. Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Swab nasal
Lama Pengujian : 3 hari
2. Bovine Viral Diarrhea (BVD)
Metode Pengujian : Conventional RT-PCR (cRT-PCR)
Jenis Spesimen : Darah minimal 2 tabung
Lama Pengujian : 3 hari
3. Jembrana Disease Virus (JDV)
Metode Pengujian : Conventional RT-PCR (cRT-PCR)
Jenis Spesimen : Darah minimal 2 tabung
Lama Pengujian : 3 hari
4. Mycobacterium Avium Subtype paratuberculosis
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Feses, susu
Lama Pengujian : 3 hari
5. Tricomonas foetus
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Air Basuhan Vagina/preputium
Lama Pengujian : 3 hari
6. Hog Cholera / Swine Flu (H1N1)
Metode Pengujian : Real Team PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Swab nasal
Lama Pengujian : 3 hari
7. Avian Influenza (AI)
Metode Pengujian : Real Time -PCR (RT-PCR)
Jenis Spesimen : Kloaka/pharink Swab
Lama Pengujian : 3 hari
8. Rabies
Metode Pengujian : Real Time PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Otak
Lama Pengujian : 3 hari
9. Newcastle Disease Virus (NDV)
Metode Pengujian : Real Time PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Swab Trakea/Kloaka /Lingkungan, organ
Lama Pengujian : 3 hari
10. Pemalsuan Daging/Identifikasi Spesies (Babi)
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Produk olahan Hewan, Daging
Lama Pengujian : 3 hari
11. African Swine Fever (ASF)
Metode Pengujian : Real Team PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Organ, Darah, Swill Feeding
Lama Pengujian : 3 hari
12. Porcine reproductive and respiratory syndrome (PRRS)
Metode Pengujian : Real Team PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Swab nasal
Lama Pengujian : 3 hari
13. Classical Swine Fever (CSF)
Metode Pengujian : Real Team PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Darah
Lama Pengujian : 3 hari
14. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Metode Pengujian : Real Tiam PCR (cRT-PCR)
Jenis Spesimen : Cairan oropharing, Jaringan lesi
Lama Pengujian : 3 hari
15. Lumpy Skin Disease (LSD)
Metode Pengujian : Real Time PCR (qRT-PCR)
Jenis Spesimen : Swab Nasal, Kerokan Nodul, Cairan Nodul/Biopsi Nodul
Lama Pengujian : 3 hari
16. Ovine Rinderpest (PPR)
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Swab Nasal
Lama Pengujian : 3 hari
17. Malignant Catarrhal Fever (MCF)
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Organ. darah
Lama Pengujian : 3 hari
18. Salmonella spp dan Salmonella Enteritidis
Metode Pengujian : Conventional PCR (cPCR)
Jenis Spesimen : Swab Kloaka/lingkungan
Lama Pengujian : 3 hari
LAB. PATOLOGI
Laboratorium patologi adalah laboratorium yang berfungsi untuk menunjang diagnosa penyakit hewan yang dilihat dari kelainan anatomi organ dan sel/jaringan. Kegiatan diagnosa dilaboratorium di laboratorium ini meliputi
Beberapa jenis pengujian di laboratorium patologi :
- Bedah Bangkai / Makropathologi
Nekropsi adalah kegiatan bedah bangkai yang dilakukan untuk menelusuri adanya gangguan atau kelainan pada anatomi tubuh secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan secara runut baik dari anatomi luar maupun dalam tubuh. kegiatan meliputi: pemeriksaan Bedah Bangkai/nekropsi (Unggas) dan Bedah Kepala Anjing
- Patologi Anatomi dan Koleksi Organ
Tujuan Pengujian : Nekropsi untuk melihat kelainan anatomi sebagai penunjang diagnosa penyakit
Jenis Spesimen : Bangkai unggas / Hewan Besar / Hewan kecil
Lama Pengujian : 1 Hari
- Histopatologi
Metode Pengujian : Pembuatan Slide
Pewarnaan (HE/ Haematoksilin Eosin, IHK/Imunohistokimia, PG/Page Green)
Pembacaan slide dan Diagnosa
Jenis Spesimen : Jaringan dan Organ
Lama Pengujian : 3 hari (Pewarnaan HE dan IHK)
4 hari (Pewarnaan PG)
2 hari (Pembuatan Slide)
1 hari (Pembacaan slide dan Diagnosa)
Metode Pengujian : Rabies Pewarnaan direct Rapid Immunohistochemical Test (dRIT)
Jenis spesimen : Otak
Lama Pengujian : 3 hari
Toksikologi
- Uji Kwalitatif dan kwantitatif
Tujuan Pengujian : Untuk mengetahui kadar protein(TP/Total Protein) dan mineral dalam tubuh (Ca, P, dan Mg)
Jenis Spesimen : Serum
Lama Pengujian : 4 hari
- Uji Kandungan Toksin
Tujuan pengujian: Untuk mengetahui kandungan Chlor, Phospor, Sianida, Amonia, Nitrat-nitrit,
Zinc Phospide, Striknin, Oxalat, Paraquat
Jenis Spesimen : Air minum, rumput, pakan Terakhir, sisa pakan, Isi rumen, muntahan
Lama Pengujian : 5 hari
Metode Pengujian : Toksikologi Thin Layer Chromatography (TLC)
Jenis Spesimen : Air minum, Pakan terakhir, Rumput, Makanan dlam lambung/ rumen
Lama Pengujian : 3 hari
ELISA
Metode Pengujian : Aflatoxin M1 ELISA
Aflatoxin Total ELISA
Jenis Spesimen : Pakan
Lama Pengujian : 3 hari (Aflatoxin M1)
4 hari (Aflatoxin Total)
LAB. KESMVAET
Laboratorium Kesmavet adalah laboratorium pengujian bahan-bahan pangan asal hewan yang berpotensi menularkan penyakit hewan (bersifat zoonosis). Sehingga dengan adanya pengujian kesmavet ini, dapat menunjang keberadaan pangan asal hewan yang bersifat ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Beberapa uji laboratorium yang telah terakreditasi di lab ini adalah Uji cemaran mikroba (Angka Lempeng Total, Total Colliform (MPN), E. coli (MPN), Stap, Aureus sp, dan Salmonella sp), dan Screening Test Residu Ab (Golongan Tetrasiklin, Aminoglikosida, Makrolida dan Penicillin).
Fungsi :
Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Kesmavet untuk menunjang program monitoring dan surveillans cemaran mikroba dan residu antibiotika pada bahan asal hewan
Mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan Kesmavet untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Beberapa pengujian di lab ini, yaitu:
Uji Cemaran Mikroba:
- Staphylococcua aureus
Tujuan Pengujian : Staphylococcus aureus Enumerasi
Jenis Spesimen : Daging, Produk Olahan Hewan
Pengawet : Sangat Dingin/Beku
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- Coliform
Tujuan Pengujian : Colliform MPN
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- E. coli
a. Tujuan Pengujian : E. coli MPN
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja
b. Tujuan Pengujian : E. coli AMR
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- Salmonella spp
a. Tujuan Pengujian : Salmonella spp Isolasi dan Identifikasi
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja
b. Tujuan Pengujian : Salmonella AMR
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja
- Total Plate Count (TPC/Angka Lempeng Total (ALT)
Tujuan Pengujian : Total Plate Count (TPC)/Angka Lempeng Total (ALT) Enumerasi
Jenis Spesimen : Daging, telur dan susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 5 hari kerja.
- Residu Antibiotika
Tujuan Pengujian : Golongan Tetrasiklin, Aminoglikosida, Makrolida dan Penicillin
Jenis Spesimen : Daging, Telur dan Susu
Pengawet : Daging (Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 7 hari kerja
- Uji Kualitatif Formalin dan Asam Boraks
Tujuan Pengujian : Penambahan Formalin dan Boraks pada bahan pangan
Jenis Spesimen : Daging, Produk olahan hewan (Bakso, Nuget, sosis dll)
Pengawet : Sangat Dingin/Beku), Telur (Tanpa Pengawet), Susu (Dingin/Beku)
Lama Pengujian : 3 hari kerja
- Uji Residu Hormon
Tujuan Pengujian : Hormon Trembolon Asetat
Jenis Spesimen : Daging
Pengawet : Sangat Dingin/Beku
Lama Pengujian : 60 hari kerja
- Uji Organoleptik Daging
Tujuan Pengujian :
1. Fisik (Warna, Bau,Konsistensi)
2. pH
3. Awal pembusukan (uji Eber, Postma, dan H2S)
4. Kesempurnaan pengeluaran darah (uji Malachit Green)
Jenis Spesimen : Daging
Pwngawet : Sangat Dingin/Beku
Lama Pengujian : 3 hari
- Uji Organoleptik Susu
Tujuan Pengujian :
Fisik (Warna, Bau, Rasa dan Kebersihan), pH dan berat jenis, Kimiawi (Uji didih, Kadar lemak, katalase, Reduktase, alkohol dan BKTL)
Jenis Spesimen : Susu
Pengawet : Sangat dingin
Lama Pengujian : 5 hari
LAB. PARASITOLOGI
Laboratorium parasitologi merupakan lab penunjang diagnosa untuk penyakit-penyakit parasit pada hewan, meliputi ektoparasit (lalat, kutu, caplak, pinjal, dan nyamuk) serta endoparasit (protozoa dan cacing). Disamping itu, lab ini juga menyediakan pemeriksaan darah / hematologi serta pemeriksaan semen. Uji laboratorium yang telah terakreditasi di lab ini adalah uji giemsa (Anaplasma sp, Babesia sp, dan Trypanosoma sp), Uji sedimentasi untuk identifikasi telur cacing Fasciola sp serta uji sedimentasi dan Egg Per Gram/EGP untuk telur cacing Paramphistomum sp
Lampiran
1
Virologi
Lihat
(Download)