LABORATORIUM
LAB BAKTERIOLOGI
Laboratorium Bakteriologi adalah laboratorium untuk pemeriksaan dan pengujian penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Beberapa uji juga telah terakreditasi di lab ini, seperti uji RBT dan CFT untuk Brucella, uji Identifikasi Salmnella spp, uji Rapid Whole Blood Aglutinasi untuk mengetahui antibodi Pullorum, uji Biologi untuk B anthracis dan Pasteurella multocida, Uji Passive Mouse Protection test (PMPT) Pasteurella multocida, Kultur dan Identifikasi untuk B anthracis, serta Mycoplasma Rapid Serum Aglutinasi Untuk pengujian serum M gallisepticum.
Fungsi :
- Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan bakteriologi untuk menunjang penyidikan, surveillans, monitoring, pelayanan aktif, diagnosa, penelitian terbatas dll.
- Mengembangkan pengetahuan Bakteriologi murni untuk mengembangkan ilmu pengethauan dan teknologi.
LAB. VIROLOGI
Laboratorium Virologi di Balai Veteriner Bukittinggi ini merupakan laboratorium penunjang diagnosa penyakit-penyakit hewan yang disebabkan oleh virus. Laboratorium ini menyediakan uji-uji sesuai dengan SNI 19-17025-2005, untuk menjamin konsistensi teknis pengujian dalam lingkup kegiatannya. Beberapa uji telah terakreditasi di lab ini, seperti pemeriksaan rabies (uji FAT, Seller, dan uji Biologis), uji titer antibodi ND dan AI menggunakan HA/HI, Elisa untuk Hog cholera, serta uji identifikasi virus AI menggunakan INTET, AGID dan IVPI.
LAB. BIOTEKNOLOGI
Laboratorium bioteknologi di BVet Bukittinggi menyediakan satu uji yaitu PCR. PCR merupakan uji dengan pemanfaat teknologi pendekteksian DNA/RNA. Uji PCR ini adalah suatu teknik melipatgandakan DNA spesifik dari pathogennya,sehingga menghasilkan jumlah DNA yang cukup untuk dilakukan pengujian. Melalui teknik PCR ini, dalam waktu yang singkat dapat dihasilkan DNA dalam jumlah besar.Prinsip kerja PCR terdiri atas beberapa siklus yang dilakukan berulang-ulang sebanyak 20 sampai 30 kali. Setiap siklus tersebut terdiri atas tiga tahapan.
Tahapan prinsip kerja PCR adalah sebagai berikut :
1. Tahap peleburan (melting) atau denaturasi.
Pada tahap ini (berlangsung pada suhu tinggi, 94-96°C) ikatan hidrogen DNA terputus (denaturasi) dan DNA menjadi untaian tunggal. Biasanya pada tahap awal PCR ini dilakukan agak lama (hingga 5 menit) untuk memastikan semua berkas DNA terpisah. Pemisahan ini menyebabkan DNA tidak stabil dan siap menjadi template bagi primer. Durasi tahap ini sekitar 1-2 menit.
2. Tahap penempelan atau annealing.
Pada tahap ini, primer menempel pada bagian DNA template yang komplementer urutan basanya. Proses ini dilakukan pada suhu antara 45-60°C. Penempelan ini bersifat spesifik. Suhu yang tidak tepat menyebabkan tidak terjadinya penempelan atau primer menempel di sembarang tempat. Durasi tahap ini berkisar antara 1-2 menit.
3. Tahap pemanjangan atau elongasi. Suhu untuk proses ini tergantung dari jenis DNA-polimerase (P pada gambar) yang dipakai. Dengan taq-polimerase, proses ini biasanya dilakukan pada suhu 76°C. Durasi tahap ini berlangsung selama 1 menit.
Proses / tahapan uji PCR meliputi :
- Persiapan bahan yang akan diuji (DA/Swab/Basuhan vagina atau preputium)
- Nested (persiapan bahan untuk ekstraksi DNA)
- Ekstraksi DNA
- PCR
- Elektroforesis
LAB. PATOLOGI
Laboratorium patologi adalah laboratorium yang berfungsi untuk menunjang diagnosa penyakit hewan yang dilihat dari kelainan anatomi organ dan sel/jaringan. Kegiatan diagnosa dilaboratorium di laboratorium ini meliputi
Beberapa jenis pengujian di laboratorium patologi :
- Bedah Bangkai / Makropathologi
Nekropsi adalah kegiatan bedah bangkai yang dilakukan untuk menelusuri adanya gangguan atau kelainan pada anatomi tubuh secara keseluruhan. Kegiatan ini dilakukan secara runut baik dari anatomi luar maupun dalam tubuh. kegiatan meliputi: pemeriksaan Bedah Bangkai/nekropsi (Unggas) dan Bedah Kepala Anjing
- Patologi Anatomi dan Koleksi Organ
Tujuan Pengujian : Nekropsi untuk melihat kelainan anatomi sebagai penunjang diagnosa penyakit
Jenis Spesimen : Bangkai unggas / Hewan Besar / Hewan kecil
Lama Pengujian : 1 Hari
- Histopatologi
Metode Pengujian : Pembuatan Slide
Pewarnaan (HE/ Haematoksilin Eosin, IHK/Imunohistokimia, PG/Page Green)
Pembacaan slide dan Diagnosa
Jenis Spesimen : Jaringan dan Organ
Lama Pengujian : 3 hari (Pewarnaan HE dan IHK)
4 hari (Pewarnaan PG)
2 hari (Pembuatan Slide)
1 hari (Pembacaan slide dan Diagnosa)
Metode Pengujian : Rabies Pewarnaan direct Rapid Immunohistochemical Test (dRIT)
Jenis spesimen : Otak
Lama Pengujian : 3 hari
Toksikologi
- Uji Kwalitatif dan kwantitatif
Tujuan Pengujian : Untuk mengetahui kadar protein(TP/Total Protein) dan mineral dalam tubuh (Ca, P, dan Mg)
Jenis Spesimen : Serum
Lama Pengujian : 4 hari
- Uji Kandungan Toksin
Tujuan pengujian: Untuk mengetahui kandungan Chlor, Phospor, Sianida, Amonia, Nitrat-nitrit,
Zinc Phospide, Striknin, Oxalat, Paraquat
Jenis Spesimen : Air minum, rumput, pakan Terakhir, sisa pakan, Isi rumen, muntahan
Lama Pengujian : 5 hari
Metode Pengujian : Toksikologi Thin Layer Chromatography (TLC)
Jenis Spesimen : Air minum, Pakan terakhir, Rumput, Makanan dlam lambung/ rumen
Lama Pengujian : 3 hari
ELISA
Metode Pengujian : Aflatoxin M1 ELISA
Aflatoxin Total ELISA
Jenis Spesimen : Pakan
Lama Pengujian : 3 hari (Aflatoxin M1)
4 hari (Aflatoxin Total)
LAB. KESMAVET
Laboratorium Kesmavet adalah laboratorium pengujian bahan-bahan pangan asal hewan yang berpotensi menularkan penyakit hewan (bersifat zoonosis). Sehingga dengan adanya pengujian kesmavet ini, dapat menunjang keberadaan pangan asal hewan yang bersifat ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Beberapa uji laboratorium yang telah terakreditasi di lab ini adalah Uji cemaran mikroba (Angka Lempeng Total, Total Colliform (MPN), E. coli (MPN), Stap, Aureus sp, dan Salmonella sp), dan Screening Test Residu Ab (Golongan Tetrasiklin, Aminoglikosida, Makrolida dan Penicillin).
Fungsi :
Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan Kesmavet untuk menunjang program monitoring dan surveillans cemaran mikroba dan residu antibiotika pada bahan asal hewan
Mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan Kesmavet untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
Beberapa pengujian di lab ini, yaitu:
Uji Cemaran Mikroba yaitu Staphylococcua aureus, Coliform, E. coli, Salmonella spp , Total Plate Count (TPC/Angka Lempeng Total (ALT), Residu Antibiotika, Uji Kualitatif Formalin dan Asam Boraks, Uji Residu Hormon, Uji Organoleptik Daging, Uji Organoleptik Susu
LAB. PARASITOLOGI
Laboratorium parasitologi merupakan lab penunjang diagnosa untuk penyakit-penyakit parasit pada hewan, meliputi ektoparasit (lalat, kutu, caplak, pinjal, dan nyamuk) serta endoparasit (protozoa dan cacing). Disamping itu, lab ini juga menyediakan pemeriksaan darah / hematologi serta pemeriksaan semen.
Uji laboratorium yang telah terakreditasi di lab ini:
- Uji giemsa (Anaplasma sp, Babesia sp, dan Trypanosoma sp)
- Uji sedimentasi untuk identifikasi telur cacing Fasciola sp
- Uji sedimentasi dan Egg Per Gram/EGP untuk telur cacing Paramphistomum sp
Instalasi Hewan Percobaan
Laboratorium parasitologi merupakan lab penunjang diagnosa untuk penyakit-penyakit parasit pada hewan, meliputi ektoparasit (lalat, kutu, caplak, pinjal, dan nyamuk) serta endoparasit (protozoa dan cacing). Disamping itu, lab ini juga m
Instalasi hewan percobaan di balai veteriner menyediakan beberapa hewan percobaan, seperti Tikus, kelinci, mencit, marmut, domba, sapi dan ayam.
Beberapa hewan percobaan ini biasanya digunakan untuk memenuhi bahan uji, seperti
1. RBC ayam untuk HA/HI
2. RBC Domba untuk CFT
3. Serum Kelinci untuk CFT
4. Serum Marmot untuk CFT
5. Mencit untuk Uji biologis Rabies
6. Telur ayam untuk INTET
Instalasi Sterilisasi
Instalasi sterilisasi merupakan bagian pendukung pengujian yaitu berupa sterilisasi peralatan laboratorium seperti pencucian alat, sterilisasi peralatan di autoclave, pencucian baju laboratorium, dan penyediaan aquades steril. Selain itu unit sterilisasi juga bertanggung jawab menjaga kebersihan dari laboratorium.
Peralatan yang steril akan menjadi penunjang dan tolak ukur pengujian sehingga terhindar dari cemaran mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang kemungkinan dapat mengganggu validitas pengujian di laboratorium
Epidemiologi/Infovet
Sub Koordinator Informasi Veteriner merupakan salah satu eselon IV di Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi :
1. Pembuatan peta penyakit hewan regional;
2. Pelaksanaan pengujian dan pemberian laporan dan/atau sertifikasi hasil uji;
3. Pelaksanaan pengujian forensik veteriner;
4. Pelaksanaan peningkatan kesadaran masyarakat (public awareness);
5. Pelaksanaan analisis risiko penyakit hewan dan keamanan produk hewan di regional;
6. Pengumpulan, pengolahan, analisis data pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan;
7. Pengembangan sistem dan diseminasi informasi veteriner;
Produk utama yang dihasilkan oleh Seksi Informasi Veteriner sebagai Unit Eselon IV Bvet Bukittinggi adalah berupa dalam melakukan :
1. Penerimaan specimen
2. Menerbitkan Laporan Hasil Uji
3. Menerbitkan Buletin Informasi Kesehatan Hewan
4. Membuat Peta penyakit Hewan di Wilayah Kerja Balai Balai Veteriner Bukittinggi
5. Mengelola Perpustakaan
Indikator hasil laboratorium yang berkualitas adalah kepuasan publik dengan penginformasian hasil yang cepat sampai pada pelanggan sesuai dengan motto : Pelayanan prima, cepat, tepat dan modern.