Balai Veteriner Bukittinggi Gelar Inhouse Training ANTIMICROBIAL RESISTANCE/AMR AST E. coli dan Campylobacteriosis pada Produk Pangan Asal Hewan

Bukittinggi, 24 November 2025 — Balai Veteriner Bukittinggi menyelenggarakan kegiatan Inhouse Training Antimicrobial Resistance (AMR) dengan fokus pada AST E. coli dan Campylobacteriosis pada produk pangan asal hewan, Senin (24/11/2025). Pelatihan ini berlangsung di Aula Balai Veteriner Bukittinggi mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPMSPH Bogor, yaitu Riska Desitania, S.Si, M.Si dan drh. Ika Kartika Syarifah, M.Si, yang merupakan pakar di bidang keamanan pangan dan resistensi antimikroba. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya deteksi dini, metode pengujian AST E. coli, serta penanganan Campylobacter pada produk pangan asal hewan yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, dalam sambutannya menekankan bahwa isu AMR merupakan tantangan global yang harus ditangani secara serius. Ia menyampaikan bahwa kemampuan laboratorium dalam mendeteksi resistensi bakteri merupakan bagian penting dari upaya pengendalian penyakit zoonotik. Balai Veteriner Bukittinggi berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM serta memperkuat sistem pengujian laboratorium agar mampu mendukung upaya perlindungan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner,” ujarnya.

Pelaksanaan inhouse training ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM dalam pemantauan AMR serta pengujian mikrobiologi terhadap pangan asal hewan. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung program nasional dalam pengendalian resistensi antimikroba dan peningkatan keamanan pangan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Balai Veteriner Bukittinggi semakin memperkuat perannya sebagai laboratorium regional II yang berkompeten dalam mendukung kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.