Balai Veteriner Bukittinggi Ikuti Rapat Evaluasi dan Perkembangan Proyek SBSN TA 2025 dan 2026

Bukittinggi, 28 April 2026 — Balai Veteriner Bukittinggi mengikuti rapat evaluasi dan perkembangan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran (TA) 2025 dan 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Hewan di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Ruang Rapat Direktorat Kesehatan Hewan Gedung C Lantai 9 dan melalui Zoom Meeting, diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Balai Veteriner Bukittinggi.

Rapat ini membahas evaluasi pelaksanaan SBSN TA 2025 serta perkembangan SBSN TA 2026 pada UPT lingkup Ditjen PKH. Proyek SBSN TA 2025 dilaksanakan di Balai Veteriner Bukittinggi dan Balai Besar Veteriner Maros, sedangkan TA 2026 berlangsung di Balai Besar Veteriner Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma).

Kegiatan bertujuan memastikan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan waktu pelaksanaan proyek melalui evaluasi capaian dan monitoring progres kegiatan.

Dalam forum tersebut, setiap UPT menyampaikan laporan penyelesaian SBSN TA 2025 dan/atau perkembangan SBSN TA 2026. Balai Veteriner Bukittinggi turut memaparkan progres serta kendala teknis yang dihadapi. Seluruh temuan audit Inspektorat Jenderal terhadap pembangunan SBSN di unit ini juga telah ditindaklanjuti dan diselesaikan.

Sebagai pembelajaran, penentuan lokasi pembangunan menjadi perhatian utama, mengingat kendala batu besar pada proyek sebelumnya menyebabkan keterlambatan sekitar 1,5 bulan. Selain itu, optimalisasi landscaping dapat dilakukan melalui sisa anggaran lelang, serta pemanfaatan termin pekerjaan perlu direncanakan secara efektif.

Uji kalibrasi dan uji fungsi alat juga harus dilakukan saat pemindahan peralatan ke gedung baru guna menjamin kesiapan operasional laboratorium.

Melalui monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan SBSN ke depan semakin efektif, efisien, tepat sasaran, serta mendukung peningkatan kapasitas laboratorium veteriner dalam menunjang kesehatan hewan dan keamanan pangan nasional.