Balai Veteriner Bukittinggi Puskeswan Makin Tangguh, Petugas dari Empat Provinsi Ditempa di Bukittinggi

Bukittinggi, 01 September 2026 — Penguatan layanan kesehatan hewan di tingkat lapangan terus menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) agar semakin siap memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus merespons berbagai persoalan kesehatan hewan di wilayah masing-masing.

 

Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi Balai Veteriner Bukittinggi dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara yang menggelar Pelatihan Tematik bagi Petugas Puskeswan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 1-3 September 2026, di Balai Veteriner Bukittinggi.

 

Pelatihan ini memiliki cakupan peserta yang cukup luas. Sebanyak 15 kabupaten/kota di Sumatera Barat, enam kabupaten/kota di Riau, enam kabupaten/kota di Jambi, dua kabupaten/kota di Kepulauan Riau, serta satu peserta dari Balai Veteriner Bukittinggi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

 

Keterlibatan petugas dari berbagai wilayah itu menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring pelayanan kesehatan hewan di kawasan regional II. Dengan peningkatan kompetensi yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan standar pelayanan di tingkat Puskeswan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan dua narasumber dari BBPKH Cinagara, yakni Nafrina Lanniari dan Heris Kustiningsih. Ketua Panitia sekaligus narasumber dari BBPKH Cinagara, Nafrina Lanniari, mengatakan pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan petugas dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan hewan secara profesional.

 

“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para petugas Puskeswan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat keterampilan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan hewan. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung di wilayah kerja masing-masing,” ujar Nafrina.

 

Materi yang diberikan diarahkan pada peningkatan kompetensi petugas sehingga mereka tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menerapkannya ketika berhadapan langsung dengan persoalan kesehatan hewan di lapangan.

 

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menegaskan bahwa keberadaan Puskeswan memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan kesehatan hewan. Petugas Puskeswan menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan peternak dan masyarakat ketika terjadi persoalan kesehatan hewan di tingkat daerah.

 

“Puskeswan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di lapangan. Karena itu, kompetensi petugas harus terus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat,” kata Tangguh.

 

Menurut Tangguh, kolaborasi antara Balai Veteriner Bukittinggi dan BBPKH Cinagara menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun jejaring pelayanan kesehatan hewan yang semakin solid. Terlebih, tantangan kesehatan hewan di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dan membutuhkan kesiapan petugas di lapangan.

 

“Sinergi antara Balai Veteriner Bukittinggi dan BBPKH Cinagara diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi terus berkembang menjadi penguatan jejaring dan kompetensi petugas Puskeswan di wilayah regional II,” ujar Tangguh.

 

Selama tiga hari, peserta mengikuti pembelajaran yang mengedepankan pendekatan aplikatif. Pola tersebut diharapkan membuat materi yang diterima tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi dapat langsung digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari.

 

Bagi petugas Puskeswan, peningkatan kapasitas menjadi bekal penting dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan hewan yang terus berkembang. Dengan kompetensi yang semakin kuat, petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif sekaligus membantu pemerintah menjaga kesehatan ternak dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit hewan.

 

Pada akhirnya, penguatan Puskeswan tidak hanya berbicara tentang peningkatan kemampuan individu petugas, tetapi juga membangun sistem kesehatan hewan yang lebih kuat dari tingkat daerah. Sinergi Balai Veteriner Bukittinggi dan BBPKH Cinagara melalui pelatihan ini menjadi salah satu langkah Kementan untuk memastikan garda terdepan pelayanan kesehatan hewan semakin tangguh, kompeten, dan responsif terhadap kebutuhan peternak serta masyarakat.