Gencarkan Kewaspadaan: Balai Veteriner Bukittinggi Lakukan Surveilans African Horse Sickness AHS dan Penyakit Kuda Lainnya

Bukittinggi, 12 November 2025 — Balai Veteriner Bukittinggi melaksanakan kegiatan surveilans African Horse Sickness (AHS) dan penyakit kuda lainnya di wilayah Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesehatan populasi kuda, terutama dalam rangka deteksi dini penyakit AHS, yang merupakan penyakit eksotik pada kuda dan berpotensi mengancam kelestarian serta performa ternak kuda di wilayah tersebut.

Kegiatan surveilans ini dipimpin oleh Niko Febrianto, selaku ketua tim pelaksana. Tim lapangan melakukan pengambilan berbagai jenis sampel untuk pemeriksaan laboratorium, antara lain serum darah kuda, darah antikoagulan, ulas darah tebal, ulas darah tipis, serta feses kuda.
Tujuan pengujian antara lain untuk deteksi antigen AHS, pemeriksaan parasit darah (terutama Trypanosoma), infeksi cacing, serta analisis hematologi guna menilai kondisi kesehatan umum hewan.

Menurut Niko, pengambilan sampel dilakukan di daerah dengan risiko tinggi terhadap penularan penyakit AHS serta pada sentra-sentra peternakan dengan populasi kuda yang padat. “Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh memiliki populasi kuda yang cukup tinggi dan juga menjadi lokasi wisata dengan arena pacu kuda di Sumatera Barat. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas kuda cukup intens sehingga meningkatkan risiko masuknya penyakit AHS ke wilayah ini,” jelasnya.

Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik di dua kota tersebut guna memperoleh gambaran yang representatif mengenai kondisi kesehatan kuda di lapangan. “Data hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar dalam upaya pencegahan munculnya penyakit AHS maupun penyakit kuda lainnya yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak dan pemilik kuda,” tambahnya.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Balai Veteriner Bukittinggi terus berkomitmen memperkuat sistem surveilans penyakit hewan. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat terbangun basis data kesehatan hewan yang akurat untuk mendukung kebijakan kewaspadaan dini (early warning system) terhadap penyakit hewan menular strategis, termasuk penyakit pada kuda.