Kepala Balai Veteriner Bukittinggi Hadiri Lokakarya Pendirian Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Andalas

Padang, 18 November 2025 — Balai Veteriner Bukittinggi menghadiri Lokakarya bertema “Dukungan Lintas Sektoral bagi Pendirian Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Andalas: Menyiapkan Sumber Daya Profesional untuk Kesehatan Hewan dan Ketahanan Pangan Nasional” yang diselenggarakan Universitas Andalas pada Selasa, 18 November 2025, di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Rektorat Universitas Andalas.

Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Andalas sebagai upaya penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan. Selain Balai Veteriner Bukittinggi, hadir pula para pimpinan universitas, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran, Kepala BPTU-HPT Padang Mangatas, serta Kepala Rumah Sakit Hewan Sumatera Barat.

Lokakarya menghadirkan tiga pemateri utama. Ketua AFKHI sekaligus Dekan FKH UGM, Prof. Drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D., menyampaikan pentingnya standar pendidikan dokter hewan yang memenuhi kebutuhan domestik dan global. Sekjen PB PDHI, Drh. Andi Wijanarko, MM, menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga dokter hewan profesional di Indonesia. Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Sukarli, S.Pt, M.Si, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran hewan.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa pendirian program studi ini membuka ruang kolaborasi strategis di bidang diagnostik, penelitian, dan pengembangan layanan veteriner. “Balai Veteriner Bukittinggi siap berkontribusi dalam penyediaan lingkungan praktik, data penyakit hewan, serta pendampingan teknis bagi pengembangan akademik. Kami melihat program ini sebagai investasi besar bagi masa depan kesehatan hewan dan ketahanan pangan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Lokakarya ditutup dengan diskusi mengenai bentuk dukungan lintas sektor, kebutuhan laboratorium, dan peluang kerja sama antara institusi pendidikan, pemerintah, dan unit pelaksana teknis di bidang veteriner.