Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Balai Veteriner Bukittinggi Hadiri Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Provinsi Riau Tahun 2026
Pekanbaru, 02 Juli 2026 — Kepala Balai Veteriner Bukittinggi menghadiri kegiatan Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Provinsi Riau Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau di UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan (LVKH), Pekanbaru, Kamis (2/7/2026). Kehadiran Kepala Balai Veteriner Bukittinggi Mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) merupakan bentuk dukungan dalam memperkuat sinergi pengendalian dan pencegahan rabies di wilayah Regional II.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Bulan Vaksinasi Rabies yang berlangsung selama periode Juli hingga September 2026. Program tersebut merupakan upaya nasional dalam meningkatkan cakupan vaksinasi hewan penular rabies (HPR), memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit rabies, serta melindungi kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health.
Acara dibuka oleh Gubernur Riau yang memberikan sambutan sekaligus secara resmi melaksanakan Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyuntikan vaksin rabies secara simbolis, penyampaian laporan situasi pelaksanaan vaksinasi rabies dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau, peresmian fasilitas Pet Hotel dan Ambulance Hewan, serta peninjauan lokasi vaksinasi rabies gratis dan stan bazar pelayanan kesehatan hewan.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memiliki wilayah kerja meliputi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau, Balai Veteriner Bukittinggi berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam pengendalian penyakit hewan menular strategis, termasuk rabies. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelayanan laboratorium veteriner, surveilans penyakit, investigasi kasus, pengujian diagnostik, serta pendampingan teknis kepada dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.
Kepala Balai Veteriner Bukittinggi menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian rabies memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan hewan, akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat, khususnya pemilik hewan penular rabies.
"Bulan Vaksinasi Rabies merupakan momentum penting untuk meningkatkan cakupan vaksinasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan rabies. Balai Veteriner Bukittinggi juga berkomitmen melaksanakan vaksinasi dalam rangka pembebasan rabies di pulau Bengkalis, Riau," ujar Tangguh Pitona, Kepala Balai Veteriner Bukittinggi.
Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga pelaksanaan vaksinasi rabies di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau dapat berjalan optimal, meningkatkan kekebalan populasi hewan penular rabies, serta mendukung terwujudnya pengendalian rabies yang berkelanjutan demi melindungi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat.