Prioritas Kesehatan Hewan dan Manusia: Surveilans dan Pemetaan Zoonosis Campylobacter Sebagai Langkah Preventif
Dharmasraya, 11 November 2025 — Balai Veteriner Bukittinggi kembali melaksanakan kegiatan surveilans pemetaan zoonosis prioritas, kali ini dengan fokus pada penyakit Campylobacter. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam mendukung pengendalian penyakit zoonotik yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Tim surveilans yang dipimpin oleh Mutia Rahmah, melaksanakan kegiatan di dua wilayah, yaitu Kabupaten Dharmasraya pada tanggal 10–11 November 2025, dan Kabupaten Tanah Datar pada tanggal, 12 November 2025.
Dalam kegiatan ini, sampel yang diambil berupa kulit ayam, khususnya kulit avam bagian leher, yang diketahui menjadi bagian yang paling sering terpapar dan berpotensi membawa bakteri Campylobacter spp. Total target monitoring dilakukan pada 1 RPU/TPU di masing-masing wilayah, dengan pengambilan sebanyak 3 sampel per ekor ayam.
Menurut drh. Mutia Rahmah, surveilans ini bertujuan untuk memetakan sebaran bakteri Campylobacter di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi serta menjadi dasar pengambilan kebijakan pengendalian zoonosis di masa mendatang.
“Campylobacter merupakan salah satu bakteri penyebab zoonosis yang penting karena dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada manusia. Melalui surveilans ini, kami berupaya mendeteksi dini dan mengetahui tingkat paparan di lapangan,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Balai Veteriner Bukittinggi untuk terus memperkuat sistem kewaspadaan dini penyakit zoonotik melalui pemantauan aktif di sentra-sentra unggas. Hasil surveilans akan dianalisis di laboratorium untuk memastikan keberadaan bakteri Campylobacter spp. serta digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis bagi pemerintah dan pelaku usaha perunggasan.
Dengan terlaksananya surveilans ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku peternakan terhadap pentingnya biosekuriti, higiene, dan sanitasi dalam rantai produksi unggas untuk mencegah penyebaran penyakit zoonotik.