Tingkatkan Kualitas SDM, Balai Veteriner Bukittinggi dan BBPKH Cinagara Jalin Kerja Sama
Bukittinggi, 03 September 2026 — Balai Veteriner Bukittinggi resmi menjalin kesepakatan kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Kolaborasi lintas unit kerja Kementerian Pertanian ini difokuskan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, bersama Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang juga bertepatan dengan momentum peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menyampaikan bahwa tantangan pengendalian penyakit hewan menular serta jaminan keamanan pangan asal hewan menuntut ketersediaan tenaga teknis yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi diagnostik.
"Sinergi ini menjadi langkah konkret kami dalam memperkuat kompetensi aparatur maupun SDM pertanian. Melalui transfer pengetahuan dan pelatihan terstruktur bersama BBPKH Cinagara, kami optimis pelayanan veteriner dan surveilans penyakit hewan di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi akan semakin optimal," ujar Tangguh.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menegaskan komitmen lembaganya sebagai pusat pelatihan teknis untuk terus mendukung unit pelaksana teknis (UPT) teknis di daerah. Menurutnya, kolaborasi ini mencakup penyusunan kurikulum pelatihan terapan, fasilitasi narasumber ahli, hingga uji kompetensi.
"Peningkatan kapasitas SDM adalah kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang aman dan sehat. Kerja sama ini diharapkan mampu mencetak tenaga kesehatan hewan yang tidak hanya andal dalam teknis medis veteriner, tetapi juga tanggap dalam mitigasi risiko zoonosis di masyarakat," jelas Inneke.
Ruang lingkup kerja sama ini meliputi penyelenggaraan bimbingan teknis, pelatihan laboratorium kesehatan hewan, penguatan kapasitas peternak dan paramedik veteriner, serta pertukaran informasi teknologi veteriner.
Langkah sinergis ini diharapkan dapat memperkokoh sistem ketahanan kesehatan hewan nasional serta mendukung perlindungan kesehatan masyarakat veteriner secara berkelanjutan.