Analisis Penyebaran Avian Influenza pada Sapi Perah: Kajian Potensi Zoonosis dan Tantangan Biosekuriti dalam Pendekatan One Health

Analisis Penyebaran Avian Influenza pada Sapi Perah: Kajian Potensi Zoonosis dan Tantangan Biosekuriti dalam Pendekatan One Health

 

Shandy Maha Putra1), Hanif Anisatun2)

1.               Medik Veteriner Laboratorium Kesmavet Balai Veteriner Bukittinggi

2.               Medik Veteriner Laboratorium Bioteknologi Balai Pengujian Keamanan dan Mutu Produk Hewan

 Email: [email protected]

 

Intisari

Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 clade 2.3.4.4b pada sapi perah yang pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat tahun 2024 menandai perubahan besar dalam ekologi virus influenza. Virus ini, yang awalnya dikenal sebagai patogen unggas, menunjukkan kemampuan adaptasi lintas spesies hingga dapat menginfeksi mamalia, termasuk sapi, kucing, dan manusia. Berdasarkan analisis filogenetik, strain yang menginfeksi sapi perah termasuk dalam genotipe B3.13, hasil reassortment antara virus H5N1 Eurasia dan virus avian Amerika. Wabah ini menyebabkan penurunan produksi susu secara mendadak dan gejala respirasi ringan pada sapi, serta menimbulkan kematian pada hewan di sekitar peternakan. Mekanisme utama transmisi diduga melalui ekskresi virus dalam susu mentah dan kontak dengan permukaan atau peralatan yang terkontaminasi selama proses pemerahan. Kasus infeksi pada manusia ditemukan pada pekerja peternakan sapi yang menunjukkan gejala ringan berupa konjungtivitis, tanpa indikasi penularan antarmanusia. Hal ini menunjukkan adanya tropisme virus terhadap jaringan mamalia, dengan bukti mutasi pada gen hemaglutinin yang meningkatkan afinitas terhadap reseptor saluran pernapasan manusia. Fenomena adaptasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi zoonosis dan risiko terhadap keamanan pangan. Pencegahan dan pengendalian wabah memerlukan penerapan biosekuriti ketat, pasteurisasi susu, pembatasan pergerakan ternak, serta penguatan surveilans lintas spesies. Pendekatan One Health menjadi krusial untuk menekan penyebaran virus dan mencegah terjadinya epidemi lintas spesies di masa mendatang. Kejadian ini menegaskan bahwa sapi berpotensi menjadi reservoir baru influenza dan menuntut kewaspadaan tinggi dalam pemantauan kesehatan hewan dan manusia.

 

Kata kunci: HPAI H5N1, sapi perah, zoonosis, One Health.



Artikel bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 110 Tahun 2025