Siap Hadapi Tantangan Global, Audit LMT oleh FAO : Upaya Balai Veteriner Bukittinggi Tingkatkan Kualitas Diagnostik Hewan

Bukittinggi, 04 Mei 2026 — Balai Veteriner Bukittinggi menerima kunjungan tim audit eksternal Laboratory Mapping Tools (LMT) dari Food and Agriculture Organization yang dipimpin oleh Chris Jhon Morrissy, dalam rangka pelaksanaan audit eksternal untuk menilai kapasitas dan kinerja laboratorium veteriner, Senin-Selasa 04 - 05 Mei 2026.
Kegiatan audit ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen laboratorium, kompetensi teknis, serta penerapan standar biosafety dan biosecurity yang telah dijalankan oleh Balai Veteriner Bukittinggi. Selain itu, audit LMT juga menjadi bagian penting dalam pemetaan kapasitas laboratorium guna mendukung sistem kesehatan hewan nasional yang tangguh dan responsif terhadap penyakit hewan menular.
Selama kegiatan berlangsung, tim auditor melakukan serangkaian penilaian meliputi telaah dokumen, observasi fasilitas laboratorium, serta wawancara dengan tenaga medik veteriner dan teknisi laboratorium. Proses ini dilakukan secara komprehensif untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional yang ditetapkan oleh FAO.
Perwakilan FAO, Chris Jhon Morrissy, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan audit di Balai Veteriner Bukittinggi. “Kami melihat komitmen yang kuat dari tim dalam menjaga kualitas layanan laboratorium. Audit LMT ini bukan hanya penilaian, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi peluang peningkatan kapasitas agar laboratorium semakin siap menghadapi tantangan penyakit hewan di masa depan,” ujarnya.
Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting dalam meningkatkan mutu layanan laboratorium. “Melalui audit eksternal LMT ini, kami mendapatkan masukan konstruktif untuk terus memperbaiki sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan diagnostik veteriner,” ujarnya.
Hasil dari audit ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi peningkatan kapasitas laboratorium ke depan, sekaligus memperkuat peran Balai Veteriner Bukittinggi sebagai laboratorium rujukan dalam pengendalian dan pencegahan penyakit hewan di Indonesia.
Kegiatan audit berlangsung dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran Balai Veteriner Bukittinggi. Ke depan, hasil rekomendasi dari tim FAO akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.