Gambaran BVD pada Sapi di Wilayah Kerja BVet Bukittinggi Delapan Tahun Terakhir Tahun 2017-2024

 

Gambaran BVD pada Sapi di Wilayah Kerja BVet Bukittinggi Delapan Tahun Terakhir (Tahun 2017-2024) 

Tri Susanti(1), Rina Hartini(1) Yul Fitria­(2) Yuli Miswati(3)

Medik Veteriner Bagian Epidemiologi(1), Medik Veteriner Laboratorium Virologi(2) Medik Veteriner Laboratorium Bioteknologi(3)

 

Intisari 

Bovine Viral Diarrhoea (BVD) merupakan penyakit menular strategis pada sapi yang disebabkan oleh Bovine Viral Diarrhoea Virus (BVDV), virus bertipe single-stranded RNA dari Genus Pestivirus dan Famili Flaviviridae. Penyakit ini berdampak signifikan terhadap sektor peternakan karena dapat menyebabkan gangguan reproduksi, hambatan pertumbuhan, penurunan berat badan, hingga kematian ternak. Data dari Balai Veteriner Bukittinggi menunjukkan bahwa persentase kasus positif BVD selama delapan tahun terakhir tergolong rendah, yaitu masing-masing sebesar 0,34%, 1,76%, 0,72%, 0,10%, 0,61%, 0,20%, 0,09%, dan 0,00%, dengan persentase tertinggi pada Tahun 2018. Sebaran kasus berbeda tiap tahunnya, kecuali di Kabupaten Pasaman Barat yang tercatat dua kali mengalami kasus positif. Meskipun demikian, sifat infeksi yang sering bersifat subklinis dan persisten menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran penyakit. Oleh karena itu, upaya pengendalian BVD perlu terus ditingkatkan melalui penguatan surveilans, uji serologi, biosekuriti, vaksinasi, serta kolaborasi aktif antara pemerintah dan pelaku peternakan.

 

kata kunci : BVD, Subklinis, Antigen

 

Artikel bisa diakses di: Buletin Kesehatan Hewan Volume 27 No 110 Tahun 2025