Perkuat Diagnosa Rabies, Balai Veteriner Bukittinggi Terima Kunjungan Ahli dari WOAH Internasional
Bukittinggi, 16 Februari 2026 — Semangat pelayanan dan peningkatan mutu kesehatan hewan di Balai Veteriner Bukittinggi tidak mengenal waktu. Meski bertepatan dengan momen libur cuti Bersama hari raya imlek, hal tersebut tidak menyurutkan Langkah Balai Veteriner Bukittinggi menerima kunjungan dua pakar rabies internasional dalam rangka Technical Rabies Laboratory Assessment Mission yang digelar pada 14–19 Februari 2026 di Disease Investigation Center (DIC) Bukittinggi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas diagnostik dan standar mutu laboratorium rabies di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi.
Kunjungan tersebut menghadirkan Prof. Anthony R. Fooks, Kepala WOAH International Reference Laboratory for Rabies, serta Dr. Lorraine M. McElhinney, Kepala UK National Reference Laboratory for Rabies. Keduanya merupakan pakar yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan metode diagnostik, sistem jaminan mutu, serta penguatan jejaring laboratorium rabies di berbagai negara.
Selama misi berlangsung, tim ahli melakukan peninjauan terhadap prosedur pengujian laboratorium, penerapan biosafety dan biosecurity, manajemen mutu, serta kapasitas sumber daya manusia. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan pemeriksaan rabies, termasuk metode FAT dan uji serologi, berjalan sesuai standar internasional.
Kepala Balai Veteriner Bukittinggi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keandalan hasil uji dan memperkuat peran laboratorium sebagai garda terdepan dalam pengendalian rabies. “Kolaborasi dengan laboratorium referensi internasional akan mempercepat peningkatan kompetensi teknis dan harmonisasi standar pengujian,” ujarnya.
Rabies masih menjadi salah satu penyakit zoonosis prioritas di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kapasitas laboratorium sangat diperlukan untuk mendukung deteksi dini, respons cepat, dan upaya pengendalian penyakit secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Balai Veteriner Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional pengendalian rabies serta memperkuat kerja sama internasional demi tercapainya kesehatan hewan dan masyarakat yang lebih baik.